Build ulang berkas rpm dilakukan untuk beberapa alasan,
antara lain untuk mengganti metoda kompresi yang dipakai.
Metoda kompresi xz atau lzma memberikan rasio kompresi yang tinggi
dibanding gzip ataupun bzip2.
Perubahan konfigurasi untuk memilih metoda kompresi ada di
berkas /usr/lib/rpm/macros
# Tipe kompresi untuk paket sumber atau biner
# "w9.gzdio" gzip level 9 (default).
# "w9.bzdio" bzip2 level 9.
# "w7.xzdio" xz level 7, xz's default.
# "w7.lzdio" lzma-alone level 7, lzma's default
%_source_payload w7.lzdio
%_binary_payload w7.lzdio
Build ulang google-chrome*.rpm yang memakai kompresi default (gzip atau bzip2)
besarnya 38 MB, sedangkan jika memakai xz atau lzma menjadi 28 MB.
IGOS Nusantara (IGN) terus dikembangkan secara konsisten. Tahun 2011 ini ada yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya (sejak 2006), IGN setiap tahun mengeluarkan satu rilis, maka tahun ini ada rilis, yaitu IGN2011 dan IGN7. Pemakaian nama IGN7 disesuaikan dengan urutan rilis, yaitu saat ini sudah sampai rilis yang ketujuh. IGN7 mulai dikembangkan Agustus 2011.
.
Pengembangan IGN7 meliputi beragam hal, mulai dari perbaikan tampilan menu awal menjadi lebih dinamis, perbaikan Desktop, sampai dengan bagian akhir atau pasca instalasi. Pasca instalasi di IGN7 akan terpasang boot loader GRUB2 yang mampu mengenali beragam sistem operasi yang sudah terpasang sebelumnya. Tampilan GRUB2 di IGN7 memakai grafik sebagai latar belakang, sehingga nyaman dilihat.
.
Berikut ini tampilan awal LiveCD. Tata letak menu lebih nyaman dilihat. Terima kasih kepada Ibnu Yahya yang telah membantu mengatur tata letak menu LiveCD ini.
IGOS Nusantara 7 LiveCD Boot Menu
.
IGN7 LiveCD yang dipasang ke harddisk, setelah booting akan menampilkan GRUB2 dengan latar belakang grafik.
.
IGOS Nusantara 7 GRUB2
.
Beberapa fitur di IGN7 telah dikembangkan dari IGN2011. Saat ini ISO image LiveCD dan repositori IGN7 final (R7.0) telah tersedia. IGOS Nusantara versi LiveCD menyediakan desktop GNOME dan LXDE. Jika IGN2011 memakai GNOME 3.0, maka IGN7 telah melakukan update ke GNOME 3.2.1. GNOME 3.2.1 melakukan perbaikan penting dalam hal stabilitas dan fitur, diantaranya tampilan Dock yang otomatis akan mengecil saat tidak diakses. Pemakaian GNOME 3.x memerlukan adaptasi dari pengguna GNOME 2. Agar pengguna lama tetap nyaman, maka pengembang IGOS Nusantara telah mengadaptasi beberapa bagian dari GNOME 2 digabung dengan GNOME 3.2.1.
.
IGN7 saat ini telah memiliki lebih dari 17.000 berkas rpm hasil kompilasi ulang. Kompilasi ulang diperlukan agar IGOS Nusantara lebih mandiri dalam hal ketersediaan repositori. Sebagai informasi, IGN7 LiveCD terdiri dari 1264 berkas rpm, sedangkan IGN DVD instalasi + repositori akan memuat lebih dari 4000 berkas rpm.
.
Silakan lihat video tentang IGOS Nusantara 7 di Youtube:
. IGOS Nusantara 7 via Youtube
.
Aplikasi atau paket yang ada di IGN7 telah mendapat pembaruan ke versi mutakhir. Antara lain Firefox 8.0, Libreoffice 3.4.4, Thunderbird 8.0, GNOME Media Player 1.0.2, Pidgin 2.10, Inkscape 0.48.1, GIMP 2.6.11, dan emulator aplikasi Windows dengan Wine 1.3.32. Ribuan paket lainnya ada di repositori. Kernel 3.1.2 dan beragam driver/firmware yang disertakan di IGN7 akan dapat mengenali beragam perangkat keras (motherboard, prosesesor, chipset, harddisk, kartu suara, kartu ethernet, USB2, USB3, Printer, GSM/CDMA Modem, Ethernet, Wifi, dsb) secara langsung.
.
Interaksi atau bantuan antar pengguna IGOS Nusantara dapat dilakukan melalui beragam media. Saat ini telah tersedia Halaman IGOS Nusantara dan Grup IGOS Nusantara di Facebook. Pemakaian jaringan sosial (social network) diharapkan dapat membuat interaksi lebih cepat dan mudah.
.
Fitur dan aplikasi yang ada di IGN7 LiveCD
Satu LiveCD menyediakan desktop (Desktop Environment) GNOME dan LXDE
Kernel 3.1.2
LibreOffice 3.4.4
Firefox 8.0 yang telah dikustomisasi dan dilengkapi dengan beragam ekstensi pilihan
GNOME 3.2.1 dengan beragam tema dan kertas dinding
Desktop LXDE
FileZilla
gKamus
Akses langsung ke server repositori IGOS Nusantara
Driver tambahan untuk chipset wifi broadcom, antara lain untuk bcm4321
Beragam driver di paket kmod-staging
Terminal default memakai lxterminal
Multimedia player: GNOME MPlayer, Audacious, XMMS
Pembakar CD dan DVD brasero
Beragam skrip untuk mempermudah perubahan konfigurasi
Hari ini mencoba akses Buffalo NAS LinkStation Duo 2 TB LS-WXL[1]. Panduan yg tersedia memberikan informasi yang cukup singkat, tersedia petunjuk untuk memasang dan cara mengakses NAS memakai NASNavigator 2 (versi 2.22). Pemasangan NAS cukup ringkas, pasang adaptor dan kabel UTP ke switch. Switch terhubung ke server DHCP.
NASNavigator tersedia versi Mac dan Windows, tidak tersedia versi Linux. Akhirnya memasang yang versi Mac. Setelah terpasang, NASNavigator mendeteksi keberadaan NAS, memunculkan alamat IP dan memunculkan versi firmware, yaitu 1.34. Selanjutnya alamat IP dimasukkan ke peramban Firefox, masukkan nama pengguna “admin” dan kata sandi “password”.
NASNavigator bagi yang memiliki komputer hanya memasang Linux akan cukup merepotkan. Pemakai Linux dapat memakai trik berikut:
Siapkan dan konfigurasi DHCP server
Pantau log DHCP server saat NAS dipasang ke switch
Catat alamat IP yang dipakai NAS
Masukkan alamat IP ke peramban Firefox
Lakukan konfigurasi NAS melalui peramban
Saat melakukan konfigurasi melalui peramban diketahui banyak layanan atau service yang ada di NAS. Pemeriksaan dengan memakai nmap memunculkan beragam port, yaitu:
Starting Nmap 5.51 ( http://nmap.org ) at 2011-11-28 18:09 WIT
Nmap scan report for term-x.xxx-168-192.int.lipi.go.id (192.168.xxx.x)
Host is up (0.0013s latency).
Not shown: 985 closed ports
PORT STATE SERVICE
21/tcp open ftp
22/tcp open ssh
80/tcp open http
81/tcp open hosts2-ns
139/tcp open netbios-ssn
443/tcp open https
445/tcp open microsoft-ds
515/tcp open printer
873/tcp open rsync
3689/tcp open rendezvous
8873/tcp open dxspider
9010/tcp open sdr
9050/tcp open tor-socks
22939/tcp open unknown
50000/tcp open ibm-db2
Layanan yang membuat tertarik untuk dicoba adalah port 22 atau ssh. Percobaan melakukan ssh ke alamat IP NAS tidak berhasil masuk. Setelah mengisi dengan benar, login dipaksa keluar. Pencarian informasi ke google.com menunjukkan ssh secara default tidak dibolehkan oleh produsen NAS. Bahkan ada informasi, akses ssh akan membatalkan garansi NAS
Pencarian cara memperoleh akses root ke Buffalo NAS LinkStation Duo 2 TB LS-WXL akhirnya berhasil menemukan komunitas yang mengeksplorasi NAS[2]. Berikut cara memperoleh akses root di NAS LS-WXL dengan firmware 1.34, yaitu:
Jalankan peramban, masukkan IP NAS, login dengan admin dan password
Buat folder shared dengan nama “www”
Aktifkan web server, dari menu Network -> Web Server
Set nomor port Web Server ke 81
Set tarhet folder ke www
Buat skrip di komputer lokal dengan nama (misal) “root.php”
Komentar Akhir