IGOS Nusantara ARM 1.0

IGOS Nusantara ARM 1.0 atau IGN ARM 1.0 adalah varian/jenis distro IGOS Nusantara yang dijalankan di prosesor Advanced RISC Machine (ARM). Pengembangan IGN ARM dilakukan oleh Pusat Penelitian Informatika – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pengembangan IGN ARM juga mendapat bantuan/kolaborasi dari komunitas open source Indonesia. Rencana pengembangan IGN ARM telah dijadwalkan sejak beberapa tahun lalu. Pengembangan mulai aktif dilakukan sejak awal tahun 2015.

Prosesor ARM memiliki kebutuhan daya listrik/baterai yang rendah. Pemakaian daya yang rendah dan harga yang tidak mahal menjadi satu penyebab prosesor ARM mendominasi pasar mobile electronic dan embedded system. Komputer atau board yang memakai prosesor ARM seperti Raspberry Pi 2 (RPI2) dilengkapi dengan konektor untuk terhubung dengan perangkat lain, misalnya dihubungkan dengan perangkat sensor. RPI2 juga memiliki modul jaringan yang dapat dihubungkan ke Internet, sehingga hasil pengukuran atau sensor dapat dibaca atau dikirim ke server/Internet.  Supaya mempermudah pengguna di Indonesia saat memakai dan atau mengembangkan aplikasi di platform ARM, maka IGN ARM dilengkapi dengan perangkat pengembangan IGNSDK dan IGNSDK IoT. Kombinasi IGN ARM + IGNSDK IoT kami sebut IGN IoT.

Saat ini IGN IoT telah memiliki beragam pustaka yang mempermudah pengembangan embedded system. IGN IoT memiliki runtime yang merupakan perkakas yang memudahkan client apps library IGN IoT untuk mengakses interface perangkat keras, sensor, sql, filesystem, dan sebagainya.  IGN IoT menggunakan javascript API yang dapat melakukan:

  1. Akses General Purpose Input Output (GPIO)
  2. Akses Inter Integrated Circuit (I2C)
  3. Akses Bluetooth
  4. Akses File System
  5. Akses RDBMS (MySQL/sqlite)
  6. dsb.

IGN ARM 1.0 terdiri dari tiga jenis:

  1. IGN ARM mini -> Berisi firmware, driver hardware dan aplikasi jaringan.
  2. IGN IoT -> Berisi aplikasi yang ada di IGN ARM mini ditambah IGNSDK IoT
  3. IGN IoT mate -> Berisi aplikasi yang ada di IGN ARM IoT ditambah Desktop Mate.

Ketiga jenis IGN ARM 1.0 telah disertakan dengan FTP server, Web Server dan SSH server. Fitur dan aplikasi yang ada di IGN ARM antara lain:

  • Perangkat pengembangan ignsdk-iot 0.1-3
  • Koneksi jaringan otomatis ke DHCP server
  • Firmware untuk beragam chipset wifi
  • wireless-tools dan wpa_supplicant
  • Browser Midori, Firefox dan plugin
  • IGN ARM mini dapat dimasukkan ke microsd 1GB
  • Web server dan ftp siap pakai

Image IGN ARM untuk board Raspberry Pi 2 dan belasan board [1] lainnya yang memakai Prosesor ARM v7 dapat diunduh dari:
http://repo.informatika.lipi.go.id/arm/image/1/

Penggunaan IGN IoT [2] telah dibuat oleh Pengembang antara lain Penggunaan Raspberry Pi 2 untuk Pengendalian LED dan Kontrol Tank Mini melalui web.

[1] IGN-ARM_dan_Dukungan_Hardware
http://igos-nusantara.or.id/wiki/index.php/IGN-ARM_dan_Dukungan_Hardware

[2] Dokumentasi IGN IoT
http://doc.iot.ignsdk.web.id/

Info Rilis

IGOS Nusantara ARM 1.0 final 2015-06-22
+ Rilis final IGOS Nusantara ARM 1.0
+ IGNSDK IOT 1.0-3
+ Penambahan FTP server dan Web Server.
+ Perbaikan /etc/skel/

IGOS Nusantara ARM 1.0 RC2 2015-04-16 sampai 2015-06-16
+ Pemakaian kernel 4.0.4
+ IGNSDK IOT 1.0-2

IGOS Nusantara ARM 1.0 RC 2015-04-08
+ Tersedia IGN ARM mini, ignsdk dan mate

IGOS Nusantara ARM 1.0 Beta 2015-04-01
+ Tersedia image untuk board armhfp dan Raspberry Pi 2

IGOS Nusantara ARM 1.0 Alfa 2015-03-23
+ Rilis pertama untuk umum
+ Tersedia hanya armhfp
+ Hanya tersedia IGN ARM 1.0 mini

IGOS Nusantara X

Setelah menunggu cukup lama untuk membereskan
dan mendapatkan hasil yang terbaik, akhirnya hari ini
dapat merilis IGOS Nusantara X.0. Munculnya rilis
IGN X.0 merupakan hasil dari perjalanan panjang
dan kontribusi beragam pihak. Semoga IGN X.0
sebagai distro lokal dapat memenuhi harapan dan kebutuhan
sebagian besar pengguna di Indonesia.

Fitur
1. Tersedia varian IGN XDE (sepuluh desktop)
2. Kertas dinding (wallpaper) khas Indonesia
3. Desktop Budgie dengan tema minimalis
4. Desktop GNOME3 dengan tema baru
5. IGNSDK 1.1.6
6. Tahapan dan tampilan instalasi yang ringkas
7. Kernel 3.18.0
8. Firefox 34, Google Chrome 39

Halaman rilis:
http://igos-nusantara.or.id/igos-nusantara-x/

Tampilan desktop:
http://repo.igos-nusantara.or.id/grafik/10/
lihat juga:
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.767227543326090

Unduh:
http://repo.igos-nusantara.or.id/iso/10/
dan
http://repo.informatika.lipi.go.id/iso/10/

Web Server di belakang proxy dan LogFormat

Web server di belakang proxy dan LogFormat

Saat web server apache berada di belakang proxy dan memakai konfigurasi httpd.conf yang standar, pada berkas access_log akan mencatat IP address proxy. Agar access_log mencatat IP pengakses harus melakukan pengaturan melalui LogFormat:

LogFormat “%h %l %u %t \”%r\” %>s %b \”%{Referer}i\” \”%{User-Agent}i\”” combined

LogFormat “%{X-Forwarded-For}i %l %u %t \”%r\” %>s %b \”%{Referer}i\” \”%{User-Agent}i\”” proxy

SetEnvIf X-Forwarded-For “^.*\..*\..*\..*” forwarded
CustomLog “logs/access_log” combined env=!forwarded
CustomLog “logs/access_log” proxy env=forwarded