6 hari x 8 jam = Linux LiveCD

Sejak awal minggu lalu mulai cari referensi untuk membuat Linux LiveCD, baca dan pelajari referensi yang didapat, muncul optimisme akan dapat menghasilkan Linux LiveCD dalam waktu 24 jam, dengan catatan satu hari mengerjakan selama 8 jam, sehingga perlu 24 / 8 = 3 hari 🙂

Pada hari pertama langsung menyiapkan komputer untuk development, spek-nya:

  • Harddisk SCSI 18 GB
  • Memori 512 MB, namun hanya terdeteksi 256 MB
  • Pentium III 1.26 GHz

Komputer untuk development menjalankan Windows XP (bukan bajakan lho) dan kemudian di install VMware, maklum komputer development ini ingin dipakai juga selama proses pembuatan LiveCD berlangsung.

Ini tahapan yang dilakukan:

  • Install distro yang akan dijadikan basis untuk LiveCD, disini menggunakan distro berbasis FC4 dengan default kernel 2.6.14 dan mengalokasikan space/partisi sebesar 4 GB, install distro dilakukan diatas vmware 🙂
  • Pilih paket yang akan diperlukan untuk LiveCD, besarnya paket yang dimasukkan diusahakan maksimal 2 GB
  • Download source kernel 2.6.14 lalu decompress
  • Modul penting yang harus dimasukkan untuk keperluan pembuatan LiveCD adalah squashfs dan unionfs. Squashfs berfungsi untuk melakukan kompresi folder ( /bin/, /etc/, /home/, /lib/, /opt/, /root/, /sbin/, /usr/ dan terakhir /var/ ). Unionfs akan mengatur folder yang telah dikompresi ketika booting LiveCD dilakukan. Patch kernel dengan squashfs dan unionfs.
  • Konfigurasi kernel dengan menggunakan file config yang ada di Distro, sehingga kebergantungan modul akan dapat terpenuhi secara optimal; lakukan:
  • Modul penting yang harus dimasukkan untuk keperluan pembuatan LiveCD adalah squashfs dan unionfs. Squashfs berfungsi untuk melakukan kompresi folder ( /bin/, /etc/, /home/, /lib/, /opt/, /root/, /sbin/, /usr/ dan terakhir /var/ ). Unionfs akan mengatur folder yang telah dikompresi ketika booting LiveCD dilakukan. Patch kernel dengan squashfs dan unionfs.
  • Konfigurasi kernel dengan menggunakan file config yang ada di Distro, sehingga kebergantungan modul akan dapat terpenuhi secara optimal; lakukan:
  • make oldconfig
  • make menuconfig, pastikan squashfs dan unionfs dimasukkan sebagai modul
  • make
  • make modules
  • make install
  • Gunakan script agar proses pembuatan LiveCD menjadi lebih praktis, ada beberapa penyedia script untuk membuat LiveCD diantaranya Linux-Live
  • Lakukan sejumlah penyesuaian script yang ada di Linux-Live, misalnya:a) mengganti label yang semula “SLAX” dengan label yang sesuai misal “NS_LiveCD”, b) ganti splash.lss di Linux-Live dengan splash.lss dari distro
  • Jalankan script “runme.sh” yang ada di folder Linux-Live
  • Script akan berjalan selama lebih dari 30 menit dan akan menghasilkan file “livecd.iso”
  • Bakar livecd.iso ke CD-R atau dapat dijalankan di vmware sehingga menghemat CD-R jika ternyata LiveCD yang dibuat masih belum berfungsi.

Optimisme dapat menghasilkan LiveCD dalam waktu 24 jam ternyata tidak terpenuhi, karena:

  1. Ada beberapa tahapan yang tidak langsung berhasil dilakukan, misalnya kompilasi kernel gagal memasukkan squashfs dan unionfs sehingga muncul kernel panic ketika LiveCD dicoba.
  2. Banyak waktu yang terpakai untuk mencoba menggunakan kernel lebih baru, misalnya memakai kernel 2.6.16.16, ternyata unionfs saat ini support dengan baik maksimal versi 2.6.14.2, kernel versi baru memerlukan patch unionfs yang lebih berliku dan kemungkinan gagal lebih sering.
  3. Percobaan menggunakan kernel pre-compile bawaan Linux-Live, setelah LiveCD selesai dibuat, banyak muncul warning dan error ketika booting karena adanya dependencies ataupun modul yang tidak tersedia.

Akhirnya tadi sekitar jam 15:00 setelah menghabiskan 6 hari x 8 jam jadilah LiveCD yang dirasakan sudah cukup bagus dan dapat menyandang nomor versi “Beta 1”, coba di vmware hasilnya lumayan, bakar ke CD-R dan dicoba di komputer lain juga oke. Beberapa saat kemudian ketemu boss dan bilang bahwa LiveCD Beta 1 telah tersedia dan siap diuji coba. Ah … lega … sepertinya akan dapat honor nih he… he…

Project selanjutnya adalah membuat distro, untuk project yang ini sepertinya akan memerlukan waktu dan team karena banyak hal yang harus dikerjakan. Sebetulnya project membuat distro ini mirip dengan pekerjaan yang sedang dilakukan komunitas Linux di Jakarta yang saat ini sedang menyelesaikan Blankon 2.0, sayang belum dapat menentukan bentuk kolaborasi yang mungkin dapat dilakukan, sepertinya akan terbentur dengan masalah non teknis. Jika ada team Blankon 2.0 atau rekan lain yang pernah terlibat pembuatan distro baca posting ini, ditunggu komentarnya.

You can leave a response, or trackback from your own site.

21 Responses to “6 hari x 8 jam = Linux LiveCD”

  1. Rusmanto says:

    Selamat, ini sebuah karya besar untuk ukuran Indonesia 🙂
    Saya sangat senang jika bisa bersama-sama tim BlankOn mengembangkan distro Live-CD ini (misalnya menjadi BlankOn 2.0 Live).

  2. bayyou says:

    Wah hebat eui, terima kasih atas bagi2 ilmunya. memang benar itu sebuah karya besar utk ukuran saya. thank’s

  3. ns says:

    nanti jika pembuatan distro yang dilakukan saya dan rekan-rekan disini telah selesai, insya allah akan ditulis juga tahapannya, saat ini telah mengeluarkan dua buah release (2 buah iso image) sebagai beta1 dan beta2, release final tentu saja akan diumumkan di official websitenya, mohon doanya semoga distro selesai tepat waktu, thanks.

  4. nadine says:

    kalau pakai LFSlive cd bagaimana?

  5. ns says:

    @nadine

    LFSlive akan cukup memerlukan banyak tahap pengerjaan,
    keuntungannya tentu saja pembuat akan mengetahui tahapan lebih detail.

  6. diantokam says:

    Mas Suryana, saya ada project untuk melinux-kan beberapa pc ke linux, semua sukses, cuma project terakhir ini yang bikin kepala pening :

    -membuat livecd dari suse9.1 atau fedora core, terakhir saya coba buat livecd dari mandriva 2006 gagal (kernel panik-nggak bisa ngemount file systemya, trus saya sekarang lagi coba dengan linux live scrip-nya linux-live.org, tapi bingung karena belum nemu how to nya untuk menganti kernel yang ada dengan pre compile kernel-nya linux-live.org –tolong mas dibantu ya kalo isa diemail

  7. ns says:

    @diantokan

    coba patch source kernel default bawaan distro dengan module unionfs, cari unionfs yang paling sesuai dengan kernel.

  8. diantokam says:

    untuk kompile kernel atau patch kernel bisa tanya kesiapa ya….???? tolong dong penting nih.

    atau kalo ada yang mo bantu nih, aku lagi binggung caranya memakai as ns, cara memakai
    precompiled kernel: –>>
    linux-kernel-2.6.16-i486-1.tgz – kernel ini sudah mengandung Linux kernel squashfs dan unionfs modules, sound drivers (alsa), wifi drivers (madwifi) dan ndiswrapper)
    untuk menginstallnya :
    # cd /
    # tar -xzf /path/to/kernel.tgz
    # sh install/doinst.sh
    # rm -Rf install
    ———-:-)————————
    perintah diatas sudah dilakukan tapi tetap tidak berhasil, initrd.img-nya tidak ada, trus apa perlu dikompile, kalo ya, bagaimana caranya :

    #make menuconfig atau make xconfig —>> tidak berhasil

  9. yudi herdiana says:

    Saya punya file igos liveCD diperoleh saat mengikuti seminar biskom, bagaimana caranya liveCD bisa saya buat pada cd.

  10. ns says:

    Anda harus memiliki CD-Writer atau DVD-Writer,
    lalu lakukan burning (bakar CD) dengan pilihan “Burning ISO/image”.
    jika takut gagal burning, gunakan CD-Kosong yang dapat ditulis ulang (RW).

    Jika burning menggunakan Windows, secara garis besar tahapannya sbb:
    1. Misalkan file ada di “E:\IGN_2006_R5.iso”
    2. Jalankan software burning, misal Nero versi 6 atau 7
    3. Di Nero 7.0, pilih menu “Recorder” lalu pilih “Burn image”
    4. Arahkan ke “E:\IGN_2006_R5.iso”

    Setelah selesai, booting komputer, masuk ke BIOS supaya booting awal diarahkan ke CD-ROM.

  11. andy says:

    waH suatu kebanggan tuch mas bisa bikin distrO. terus terang saya awam di linux, tapi saya tertarik sekali untuk bisa membuat suatu distro linux, mohoN pencerahaN…neW be mas…

  12. arisuke says:

    Mohon ditulis tahapan2 pengerjaan pembuatan distronya donk mas.Akan sangat berguna bagi saya dan banyak orang pastinya. Saat ini saya jg sedang membuat distro yg saya khususkan berisi paket2 multimedia dan penginnya Live CD. Terima kasih..

  13. yoyo says:

    mang suryana distro berbasis FC4 dengan default kernel 2.6.14 itu apa aja ya…?? trus saya minta artikel tentang pembutan linux live CD

  14. hendrawan says:

    precompilde kernel dari linux-live itu dibuat untuk distro slackware kk^^, dengan kata lain jika mau memakai precompiled kernel tsb, yang harus kita pakai adalah distro slackware.
    caranya
    #installpkg kernel-2.6.x.tgz
    maap kl ada salah…

  15. mujie says:

    wow wow keren…. kalo saya disini udah berhasil bikin dari LFS livecd dgn kernel 2.6.16.38 diatas VirtualBox, tapi patching aufs, squashfs ato unionfs nya tidak ketemu HowTO nya :D, jadinya blom bisa menjalankan linux-live script *sad*. Btw selamat Om Suryana atas keberhasilan bikin distro nya :).

  16. budi.baliwae says:

    sudah pernah di tes di boot dari usb pak? bisa coba install ke usb disk pakai slax creator. bagaimana? biasanya gagalnya pas load module usb.

    kalo disitu gimana? ditunggu ceritanya.. salam. thanks.

  17. Ztro says:

    enakan remastering Slax aja mas….
    saya dah coba remastering Slax 6.09, saya tambahin Xampp, rubah tampilan Konqrueror (Folder, Button, icon device, dll )
    tinggal di extract file LZM nya dan edit sana sini…, bikin LZM lagi…
    di Slax juga ada folder “root Copy”, bisa di isiin script2 yg akan menimpa file yg ada.., jdi kita bisa merubah Background, themes, Kicker/Panel, Mount Harddisk, dll
    trus saya tambahin juga Module slax2hd ( untuk real install ke harddisk, saya rubah ke bahasa indonesia )
    slax2hd beda dengan bootinst.sh lho…..

    oiya.., Slax juga bisa di jalankan via USB Flashdisk lho.., lumayan kan buat senjata ampuh buat repair system Win*s kita… hhee……hhee….
    okey….

    FB : dwie_stro@yahoo.com

  18. ns says:

    @Ztro
    Explorasi dengan basis Fedora sudah cukup lama dilakukan.
    Pindah ke yang lain, tentu perlu alokasi waktu yang cukup
    agar dapat hasil yang baik.

    Lamanya waktu untuk belajar membuat LiveCD
    dengan basis Fedora, bisa dilihat hasilnya di IGN2009 LiveCD [1].
    Jika sempat, mohon dicoba dan dikomentari plus dan minus LiveCD tsb.
    Nantinya dapat diadopsi untuk IGN2010 LiveCD.

    Ref:
    http://igos-nusantara.or.id/ign2009-telah-tersedia/

  19. sepertinya lebih enak remastering Slax.. hmmm

Leave a Reply