Rhaya Oktavia Ramadhini

Setelah mencapai usia kehamilan 41 minggu, tanda-tanda melahirkan belum muncul, seperti merasakan mules-mules. Sabtu, 14 Oktober 2006 kontrol ke dokter, hasil pemeriksaan USG menunjukkan kondisi bayi, sang ibu, suplai makanan untuk bayi masih cukup dan lainnya juga masih baik. Dokter menyarankan untuk menunggu sampai tanggal 17-18 Oktober, berdasarkan pemikiran: jika menunggu sampai muncul tanda-tanda akan melahirkan yang belum tentu terjadi pada 17-18 Oktober, ataupun jika tanda-tanda melahirkan muncul, tetapi bukaan untuk bayi lahir tidak cukup seperti kelahiran anak pertama, akhirnya meminta dokter untuk menjadwalkan operasi cesar hari Senin, 16 Oktober 2006.

Dokter menyediakan waktu, Senin, 16 Oktober 2006 jam 16:00 – 17:00. Pada waktu pelaksanaan, dokter baru datang jam 20:00, mungkin dokter buka puasa lebih dulu. Pelaksanaan operasi mulai sekitar jam 9 malam, jam 22:10 lahirlah bayi yang sehat dan tangisannya di ruang bayi paling kencang.

Nama bayi: Rhaya Oktavia Ramadhini, berat 3.8 Kg, panjang 48 cm.

Screenshot menyusul 🙂

Both comments and pings are currently closed.

6 Responses to “Rhaya Oktavia Ramadhini”

  1. Chera says:

    Wah selamat yah Pak atas kelahiran putri kedua, semoga jadi anak yang sholehah, dan lebih baik dari Bapaknya =)) Salam untk keluarga.

  2. Q says:

    selamat ya atas kelahiran putrinya 🙂

  3. hari says:

    bisa saya dibuatkan beginian pak? Saya coba beberapa kali eiih nggak berhasil…. apa karena lambar ya pak?
    Anyway blognya minim gambar tetapi sarat informasi ….bagus he he he eh

  4. Uro says:

    wah selamat yah Na, seminggu kemaren di rumah gw mampir keponakan gw yang ke dua. terasa sangat berbeda (tak terkatakan). apa lagi kalau anak sendiri.

    kapan2 gw mampir dach sambil lihat ada proyek perumahan di sindang laya katanya

  5. ANdy Y says:

    Istriku kurang 3 bulan lagi melahirkan. Doakan ya pak! Kadang dia sakit kram kakinya kalo malam. Apa ni penyebbnya?

  6. ns says:

    @ANdy_Y
    semoga istrinya melahirkan dengan lancar.

    secara logis, istri bertambah
    berat badannya, kaki mendapat beban
    tambahan, untuk pastinya, dokter kebidanan akan dapat mencari apa penyebabnya.