Sepuluh LiveCD dalam tiga hari

Pengembangan IGOS Nusantara 2007 (IGN2007) versi installer sudah hampir lengkap, masukan dari beberapa penguji coba versi Release Candidate telah dimasukkan untuk perbaikan terhadap bug yang muncul. Ada target lain yang ingin dikejar, membuat LiveCD selama week end. Sebetulnya versi LiveCD telah ada yang mengerjakan, target ini dilakukan untuk kepuasaan saja, siapa tahu dapat membuat versi LiveCD yang lebih baik dan lebih lengkap fiturnya.

Pengerjaan LiveCD dilakukan di rumah, dimulai sejak Jumat malam, perangkat yang digunakan adalah Revisor, berbeda dengan LiveCD tahun lalu yang dibuat dengan memakai script dari Linux Live. Pertama kali revisor dijalankan dari GUI, klik beberapa setting, arahkan ke file konfigurasi telah dibuat sebelumnya, terjadi kegagalan karena Revisor tidak membaca isi file konfigurasi, Revisor menganggap tidak ada paket/aplikasi yang ingin dimasukkan ke LiveCD. Ini sepertinya bug, maklum Revisor masih terus dikembangkan, dari milis Revisor terlihat proses pengembangannya sangat aktif, pembuat Revisor sangat responsif terhadap pertanyaan yang muncul dan cepat memberi tanggapan terhadap masalah yang terjadi.

Gagal menjalankan Revisor dalam mode GUI, dicoba dengan menjalankan dari command line, dengan menampilkan opsi-opsi yang ada di Revisor, akhirnya dapat menemukan parameter-parameter yang sesuai dengan kebutuhan.

Satu tahapan pembuatan LiveCD memerlukan waktu yang cukup lama, secara umum tahapannya meliputi:

  1. Mengunduh (download) file/paket/aplikasi yang disebutkan dalam file konfigurasi, file-file lain yang diperlukan (dependency) secara otomatis juga akan diunduh. File diunduh dari repositori yang ada di komputer lokal.
  2. Setelah unduh selesai, Revisor kemudian mengekstrak file-file yang telah di download, extrak dilakukan ke loop device, keseluruhan hasil extrak sekitar 1.5 GB – 2 GB.
  3. Revisor membuat boot loader yang kemudian akan disatukan dalam sebuah file image berukuran besar. Untuk versi CD diusahakan file image tidak lebih dari 700 MB, hal ini disesuaikan dengan ukuran maksimal kapasitas CD yang umumnya 700 MB.
  4. Setelah file ISO dihasilkan, ujicoba dilakukan dengan menggunakan virtual machine memakai software QEMU dan atau VirtualBox. Waktu yang diperlukan untuk ujicoba tidak lama, hanya perlu sekitar 2 – 4 menit.
  5. Ujicoba yang memerlukan waktu lama adalah menyalin file LiveCD ke harddisk. Menyalin LiveCD dengan hasil ekstrak sebesar 1.5 – 2 GB memerlukan kesabaran untuk menunggunya. Proses semakin lama karena proses ini dilakukan di dalam virtual machine QEMU dan atau VirtualBox. Harddisk bekerja keras untuk menyelesaikan proses ini, CPU bekerja dengan kecepatan penuh, sehingga jika menjalankan proses lainnya menjadi tidak responsif. Lebih baik komputer ditinggal nonton TV atau menggendong anak untuk main di luar rumah 🙂

Oh ya, jika anda sudah yakin bahwa waktu yang diperlukan untuk tiap tahap pembuatan dan ujicoba LiveCD sudah cukup lama, silakan waktu untuk tiap tahapan tersebut dikalikan dengan sepuluh pengulangan yang telah dilakukan disini 😉 Proses build dan ujicoba yang kesepuluh selesai menjelang berangkat kerja Senin ini 😉

Adakah rekan lain yang sering menghabiskan banyak waktu untuk build dan ujicoba di komputer? Mungkin yang bekerja di bidang grafik dan melakukan render video lama lagi ya?

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Sepuluh LiveCD dalam tiga hari”

  1. Budi Baliwae says:

    🙂 pengalaman saya pernah buat live cd base on slackware. pake linux-live yang versi baru yang udah pake LZMA. katanya sih kompresinya kecil. tapi ngeri lama waktu yang diperlukan buat bikin isonya. di pc p4 1.8 memori 768 MB perlu waktu 18 jam untuk membuat iso 1.5 GB dari total sekitar 4 GB. 🙂

    dan ga langsung jadi 🙁 alias pas di boot gagal di pas loading aufs. kurang mujur kali ya.. sampe tuh mesin ditinggal tidur, jalan jalan.. hehe..

    tips saya kalau mau buat masternya jangan gede gede. pake linux-live, buat iso dari total 1.5 GB menjadi hanya 350 mb. perlu waktu cuman 15 menit di p4 2.4 GH, memori 512 😀

    buat yang 18 jam tadi udah nyoba 3-4 kali. jadi kira kira banyakan mana mas sama yang 10 kali kemaren? hehehehe.. .. kapok bikin iso gede2 😀

  2. ns says:

    Pakai linux-live akan lebih ringkas tahapannya, jika suatu tahap gagal, pengulangannya tidak perlu dari awal. Meski lebih ringkas, linux-live tidak dipakai lagi untuk membuat LiveCD 2007. Revisor yang dikembangkan oleh fedoraproject lebih sesuai untuk keperluan IGN LiveCD yang memakai basis Fedora.

    Untuk ISO 1.5 GB dari 4 GB jika pakai Core2Duo 2 GHz, Harddisk SATA 320, RAM 2 GB akan berapa lama ya?

  3. Budi Baliwae says:

    dengan spek seperti itu sepertinya akan lebih cepat membuat iso nya :)~

  4. eko says:

    maaf pak saya masih mencoba membuat distro sendiri untuk tugas akhir.
    kalau boleh saya minta tutorial untuk buat distro dengan revisor lengkapnya bisa nggak pak..?

    atas perhatian dan perkennannya saya mengucapkan banyak terimakasih.

Leave a Reply