Author Archive

LiveCD dan Apple iMac Core Duo

Sejak 27 Juli 2006 Apple iMac 17 ” Core Duo telah triple boot. Tahun lalu telah sukses menempatkan tiga sistem operasi MacOS Tiger, Windows XP dan Kubuntu 6.06 di iMac. Pada saat IGN2006 diluncurkan pada Desember 2006, muncul keinginan kuat untuk segera memasang IGN2006 di iMac, sayangnya versi LiveCD 2006 tidak menyediakan fitur “Install ke harddisk”.

Percobaan memasang IGN2006 di iMac denganΓ‚ memakai versi instaler tidak dilakukaan, terlalu banyak tahapannya, ditambah juga iMac telah diinstall dengan beragam aplikasi/software. Jika sistem operasi lainnya yang telah terpasang hilang, tentu merepotkan dan perlu banyak waktu untuk install ulang.

Sekitar satu jam lalu dengan memakai LiveCD 2007 iMac dihidupkan, refit menampilkan pilihan untuk booting dari LiveCD. Perlu beberapa menit sampai desktop muncul, untuk dapat menginstall LiveCD ke harddisk perlu menjalankan script yang shortcut-nya telah tersedia, cukup klik “Install ke harddisk”.

Instaler akan menampilkan partisi yang akan dipakai untuk menempatkan hasil ekstrak image LiveCD menjadi file-file dan folder-folder. Partisi yang sebelumnya telah dipakai adalah /dev/sda3, pilih partisi tersebut, gunakan opsi untuk memformat partisi sebagai partisi “/” atau partisi root dengan ext3. Partisi swap tidak dibuat karena partisi di iMac hanya maksimal empat partisi, semua partisi sudah dipakai.

Proses penyalinan image LiveCD ke harddisk cukup cepat, perlu waktu sekitar 12 menit. Booting ulang dilakukan, refit memunculkan pilihan booting dari partisi 3 (/dev/sda3). Wow … semuanya berlangsung lancar, masukkan pengguna baru, kemudian login dengan user tersebut. Desktop tampil, akses internet dilakukan dengan kabel, perangkat wireless di iMac yang memakai chipset broadcom belum dapat dipakai secara langsung, perlu download firmware propietary yang dibuat oleh broadcom.

oh ya, posting ini melalui iMac + IGN + Firefox 2.0.0.6

Sepuluh LiveCD dalam tiga hari

Pengembangan IGOS Nusantara 2007 (IGN2007) versi installer sudah hampir lengkap, masukan dari beberapa penguji coba versi Release Candidate telah dimasukkan untuk perbaikan terhadap bug yang muncul. Ada target lain yang ingin dikejar, membuat LiveCD selama week end. Sebetulnya versi LiveCD telah ada yang mengerjakan, target ini dilakukan untuk kepuasaan saja, siapa tahu dapat membuat versi LiveCD yang lebih baik dan lebih lengkap fiturnya.

Pengerjaan LiveCD dilakukan di rumah, dimulai sejak Jumat malam, perangkat yang digunakan adalah Revisor, berbeda dengan LiveCD tahun lalu yang dibuat dengan memakai script dari Linux Live. Pertama kali revisor dijalankan dari GUI, klik beberapa setting, arahkan ke file konfigurasi telah dibuat sebelumnya, terjadi kegagalan karena Revisor tidak membaca isi file konfigurasi, Revisor menganggap tidak ada paket/aplikasi yang ingin dimasukkan ke LiveCD. Ini sepertinya bug, maklum Revisor masih terus dikembangkan, dari milis Revisor terlihat proses pengembangannya sangat aktif, pembuat Revisor sangat responsif terhadap pertanyaan yang muncul dan cepat memberi tanggapan terhadap masalah yang terjadi.

Gagal menjalankan Revisor dalam mode GUI, dicoba dengan menjalankan dari command line, dengan menampilkan opsi-opsi yang ada di Revisor, akhirnya dapat menemukan parameter-parameter yang sesuai dengan kebutuhan.

Satu tahapan pembuatan LiveCD memerlukan waktu yang cukup lama, secara umum tahapannya meliputi:

  1. Mengunduh (download) file/paket/aplikasi yang disebutkan dalam file konfigurasi, file-file lain yang diperlukan (dependency) secara otomatis juga akan diunduh. File diunduh dari repositori yang ada di komputer lokal.
  2. Setelah unduh selesai, Revisor kemudian mengekstrak file-file yang telah di download, extrak dilakukan ke loop device, keseluruhan hasil extrak sekitar 1.5 GB – 2 GB.
  3. Revisor membuat boot loader yang kemudian akan disatukan dalam sebuah file image berukuran besar. Untuk versi CD diusahakan file image tidak lebih dari 700 MB, hal ini disesuaikan dengan ukuran maksimal kapasitas CD yang umumnya 700 MB.
  4. Setelah file ISO dihasilkan, ujicoba dilakukan dengan menggunakan virtual machine memakai software QEMU dan atau VirtualBox. Waktu yang diperlukan untuk ujicoba tidak lama, hanya perlu sekitar 2 – 4 menit.
  5. Ujicoba yang memerlukan waktu lama adalah menyalin file LiveCD ke harddisk. Menyalin LiveCD dengan hasil ekstrak sebesar 1.5 – 2 GB memerlukan kesabaran untuk menunggunya. Proses semakin lama karena proses ini dilakukan di dalam virtual machine QEMU dan atau VirtualBox. Harddisk bekerja keras untuk menyelesaikan proses ini, CPU bekerja dengan kecepatan penuh, sehingga jika menjalankan proses lainnya menjadi tidak responsif. Lebih baik komputer ditinggal nonton TV atau menggendong anak untuk main di luar rumah πŸ™‚

Oh ya, jika anda sudah yakin bahwa waktu yang diperlukan untuk tiap tahap pembuatan dan ujicoba LiveCD sudah cukup lama, silakan waktu untuk tiap tahapan tersebut dikalikan dengan sepuluh pengulangan yang telah dilakukan disini πŸ˜‰ Proses build dan ujicoba yang kesepuluh selesai menjelang berangkat kerja Senin ini πŸ˜‰

Adakah rekan lain yang sering menghabiskan banyak waktu untuk build dan ujicoba di komputer? Mungkin yang bekerja di bidang grafik dan melakukan render video lama lagi ya?

Logo dan Wallpaper IGOS Nusantara

IGOS Nusantara (IGN) saat ini telah mengeluarkan IGN2007 Release Candidate 2 (RC2). Untuk aspek grafik, telah dibuat logo dengan memakai 3 huruf inisial IGOS Nusantara, yaitu: “I”, “G” dan “N”.

Logo IGN

IGN2007 juga menyediakan wallpaper yang khas Indonesia, total ada sembilan wallpaper:

IGN Wallpaper

Silakan klik thumbnail untuk melihat ukuran yang lebih besar (hanya 95 KB).