Archive for the ‘IGOS’ Category

Build ulang rpm dan metode kompresi

Build ulang berkas rpm dilakukan untuk beberapa alasan,
antara lain untuk mengganti metoda kompresi yang dipakai.
Metoda kompresi xz atau lzma memberikan rasio kompresi yang tinggi
dibanding gzip ataupun bzip2.
Perubahan konfigurasi untuk memilih metoda kompresi ada di
berkas /usr/lib/rpm/macros 

# Tipe kompresi untuk paket sumber atau biner
# "w9.gzdio"      gzip level 9 (default).
# "w9.bzdio"      bzip2 level 9.
# "w7.xzdio"      xz level 7, xz's default.
# "w7.lzdio"      lzma-alone level 7, lzma's default

%_source_payload       w7.lzdio
%_binary_payload       w7.lzdio

Build ulang google-chrome*.rpm yang memakai kompresi default (gzip atau bzip2)
besarnya 38 MB, sedangkan jika memakai xz atau lzma menjadi 28 MB.

Mengapa Distro tertentu berbasis Distro lain?

Ada pertanyaan tentang distro Linux yg memakai basis distro lain.
Berikut beberapa fakta terkait hal ini:

Ubuntu yg disponsori oleh Canonical dengan uang jutaan dollar pakai basis debian, tidak buat sendiri.

CentOS cukup sukses, tidak buat sendiri.

ChromeOS yg dikembangkan google juga tidak buat dari awal.

 

Contoh lain Android: Banyak yg dapat untung dengan “hanya” tinggal pakai Android di beragam smartphone.

Androis sendiri apakah buat semuanya dari awal?

Tidak, pakai kernel yg sudah ada.

 

Apa yg terjadi dengan Symbian yg dikembangkan dari awal oleh Nokia?

Symbian dikembangkan dengan menghabiskan

jutaan dollar, saat ini sangat lemah posisinya.

 

Satu bagian kecil dari distro, misal untuk membuat

sistem paket sendiri, dikerjakan cukup lama,

perlu beberapa orang dengan kemahiran (cukup) tinggi.

 

Di Indonesia mungkin hanya sedikit orang yg

mau dan bisa mengerjakan distro dari awal.

Investasi (sumber daya dan dana) di bagian

ini tidak terlihat manfaat besarnya.

 

Untuk buat sendiri suatu distro dan

dikembangkan secara terus menerus

perlu sumber daya yg besar dan waktu

yg tidak singkat.

IGOS Nusantara 7

IGOS Nusantara (IGN) terus dikembangkan secara konsisten. Tahun 2011 ini ada yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya (sejak 2006), IGN setiap tahun mengeluarkan satu rilis, maka tahun ini ada rilis, yaitu IGN2011 dan IGN7. Pemakaian nama IGN7 disesuaikan dengan urutan rilis, yaitu saat ini sudah sampai rilis yang ketujuh. IGN7 mulai dikembangkan Agustus 2011.
.
Pengembangan IGN7 meliputi beragam hal, mulai dari perbaikan tampilan menu awal menjadi lebih dinamis, perbaikan Desktop, sampai dengan bagian akhir atau pasca instalasi. Pasca instalasi di IGN7 akan terpasang boot loader GRUB2 yang mampu mengenali beragam sistem operasi yang sudah terpasang sebelumnya. Tampilan GRUB2 di IGN7 memakai grafik sebagai latar belakang, sehingga nyaman dilihat.
.
Berikut ini tampilan awal LiveCD. Tata letak menu lebih nyaman dilihat. Terima kasih kepada Ibnu Yahya yang telah membantu mengatur tata letak menu LiveCD ini.

IGOS Nusantara 7 LiveCD Boot Menu

IGOS Nusantara 7 LiveCD Boot Menu

.
IGN7 LiveCD yang dipasang ke harddisk, setelah booting akan menampilkan GRUB2 dengan latar belakang grafik.
.

IGOS Nusantara 7 GRUB2

IGOS Nusantara 7 GRUB2

.
Beberapa fitur di IGN7 telah dikembangkan dari IGN2011. Saat ini ISO image LiveCD dan repositori IGN7 final (R7.0) telah tersedia. IGOS Nusantara versi LiveCD menyediakan desktop GNOME dan LXDE. Jika IGN2011 memakai GNOME 3.0, maka IGN7 telah melakukan update ke GNOME 3.2.1. GNOME 3.2.1 melakukan perbaikan penting dalam hal stabilitas dan fitur, diantaranya tampilan Dock yang otomatis akan mengecil saat tidak diakses. Pemakaian GNOME 3.x memerlukan adaptasi dari pengguna GNOME 2. Agar pengguna lama tetap nyaman, maka pengembang IGOS Nusantara telah mengadaptasi beberapa bagian dari GNOME 2 digabung dengan GNOME 3.2.1.
.
IGN7 saat ini telah memiliki lebih dari 17.000 berkas rpm hasil kompilasi ulang. Kompilasi ulang diperlukan agar IGOS Nusantara lebih mandiri dalam hal ketersediaan repositori. Sebagai informasi, IGN7 LiveCD terdiri dari 1264 berkas rpm, sedangkan IGN DVD instalasi + repositori akan memuat lebih dari 4000 berkas rpm.
.
Silakan lihat video tentang IGOS Nusantara 7 di Youtube:
.
IGOS Nusantara 7 via Youtube

.
Aplikasi atau paket yang ada di IGN7 telah mendapat pembaruan ke versi mutakhir. Antara lain Firefox 8.0, Libreoffice 3.4.4, Thunderbird 8.0, GNOME Media Player 1.0.2, Pidgin 2.10, Inkscape 0.48.1, GIMP 2.6.11, dan emulator aplikasi Windows dengan Wine 1.3.32. Ribuan paket lainnya ada di repositori. Kernel 3.1.2 dan beragam driver/firmware yang disertakan di IGN7 akan dapat mengenali beragam perangkat keras (motherboard, prosesesor, chipset, harddisk, kartu suara, kartu ethernet, USB2, USB3, Printer, GSM/CDMA Modem, Ethernet, Wifi, dsb) secara langsung.
.
Interaksi atau bantuan antar pengguna IGOS Nusantara dapat dilakukan melalui beragam media. Saat ini telah tersedia Halaman IGOS Nusantara dan Grup IGOS Nusantara di Facebook. Pemakaian jaringan sosial (social network) diharapkan dapat membuat interaksi lebih cepat dan mudah.
.
Fitur dan aplikasi yang ada di IGN7 LiveCD

  1. Satu LiveCD menyediakan desktop (Desktop Environment) GNOME dan LXDE
  2. Kernel 3.1.2
  3. LibreOffice 3.4.4
  4. Firefox 8.0 yang telah dikustomisasi dan dilengkapi dengan beragam ekstensi pilihan
  5. GNOME 3.2.1 dengan beragam tema dan kertas dinding
  6. Desktop LXDE
  7. FileZilla
  8. gKamus
  9. Akses langsung ke server repositori IGOS Nusantara
  10. Driver tambahan untuk chipset wifi broadcom, antara lain untuk bcm4321
  11. Beragam driver di paket kmod-staging
  12. Terminal default memakai lxterminal
  13. Multimedia player: GNOME MPlayer, Audacious, XMMS
  14. Pembakar CD dan DVD brasero
  15. Beragam skrip untuk mempermudah perubahan konfigurasi

ISO image IGOS Nusantara 7 LiveCD ada di:
http://repo.igos-nusantara.or.id/iso/7/