Archive for the ‘Tips/Tricks’ Category

SuperVCD dengan ProShow

Terima kiriman kamera digital Canon Ixus 400 Selasa siang (om ia kirim kamera dari Jakarta hari Senin 18 April). Setelah pulang kantor, kamera tersebut langsung dipakai, ajarin sebentar Ajeng cara pakainya, kemudian Ajeng langsung sibuk foto-foto Jasmine dengan berbagai gaya dan ganti-ganti pakaian.

Kamis sore baru tahu bahwa Jumat, 22 April 2005 adalah hari libur, sehingga malam hari digunakan untuk coba buat SVCD dari beberapa foto (sekitar 150 foto) dengan menggunakan software ProShow Gold. Foto yang digunakan sebagai sumber adalah foto-foto Jasmine mulai umur 2 minggu sampai foto terakhir yang diambil oleh Eka, Ajeng dan NS.

Coba Proshow mulai Kamis malam, begadang, sampai Jumat pagi, karena VCD harus selesai untuk dibawa Eka yang akan pulang ke Cikarang jam delapan. Setelah sekitar 150 foto selesai diatur letak tampilannya, kemudian harus dilakukan rendering, butuh waktu sekitar 30 menit untuk rendering 150 foto menjadi SVCD selama 18 menit. Karena kurang bagus, pengaturan foto diulang, ganti beberapa opsi di ProShow untuk mendapatkan space supaya menghasilkan SVCD dengan durasi 20 – 30 menit.

Jumat pagi file image hasil dari ProShow dipindah dari PC Writer ke Notebook (di PC tidak ada CD Writer). ProShow menghasilkan file dengan extensi .CUE dan .BIN. Semula beranggapan bahwa file image yang dibakar adalah file .BIN karena berukuran ratusan MB, sedangkan .CUE hanya 1 KB. Tetapi ketika menggunakan Nero tidak dapat memilih file .BIN, sehingga coba dilakukan konversi dengan menggunakan WinISO dan UltraISO untuk menghasilkan file .ISO. Banyak habis waktu untuk melakukan konversi ini, padahal Eka sudah siap pulang ke Cikarang.

Akhirnya diketahui bahwa file .CUE yang perlu diload kemudian secara otomatis akan memanggil file .BIN. Hasil burning ke CD-R kemudian dicoba, tapi hanya jalan 10 detik. Sampai saat ini belum tahu mengapa SVCD hanya jalan sebentar. Padahal ketika dicoba menjalankan langsung file hasil rendering .mpg dapat dijalankan dari awal sampai akhir. Nanti akan dicoba untuk membakar langsung .mpg dengan Nero dan memilih opsi “Super VCD”.

Firefox vs Maxthon

Browser Mozilla Firefox (Fx) Jum’at lalu macet, uninstall Fx, untuk lebih yakin dilanjutkan dengan menghapus folder “D:\Program Files\Mozilla Firefox”, lalu install ulang, tetap macet, setelah tunggu 3 menit, Firefox dapat diakses kembali, wah … ada yang tidak wajar nih. Periksa icon McAfee Viruscan Enterprise ver 8.0i di system tray, terlihat bahwa database virus telah up to date. Kecurigaan kemudian beralih ke spyware, meski ada keyakinan bahwa Fx lebih tahan terhadap spyware dibanding Internet Explorer. Kemudian install software Ad-Aware untuk mendeteksi dan menghilangkan spyware, scanning oleh Ad-Aware ternyata cukup lama, akhirnya komputer dibiarkan menyala dari Jum’at malam sampai dengan Senin siang. Banyak spyware yang dapat dideteksi dan dihapus.

Meskipun saat ini Firefox dapat berjalan normal lagi, tapi porsi penggunaannya tidak lagi dominan. Ketika Fx macet, pakai browser lain: Mozilla 1.7, Internet Explorer 6.0, Avant Browser 10 build 167 dan Opera 8.0. Tapi, Hey … gak puas pakai 4 browser tersebut, ada saja kekurangannya. Coba install Maxhton Browser (MB) 1.2.0 versi Combo, kinerjanya ternyata lebih oke daripada Avant Browser. MB dapat diatur dengan mudah, bookmark dari Firefox dapat di import dengan lancar dan dapat diletakkan seperti di Fx. MB juga memiliki kemudahan dalam pengaturan toolbar, bookmark, tab browser, skin/themes, search engine dan plugins.

Ada satu lagi fitur MB: ketika mencoba icon “New Window” ada pilihan “Use Gecko Engine”, biasanya MB hanya menggunakan engine IE. Saat ini belum coba melakukan komparasi, mana yang lebih bagus? MB + IE engine atau MB + IE Gecko.

Lika Liku Download

Admin jaringan sepertinya membuat limitasi download yang kurang benar, yaitu:

  1. Pengaturan download dikenakan 24 jam, mestinya limitasi hanya untuk waktu kerja 07:30 – 16:00
  2. Alokasi bandwith secara full diberikan hanya untuk download file .PDF, untuk download file extensi lainnya sangat kecil, misal download file .rpm berukuran 1481995 byte butuh waktu 10 jam, 19 menit, 54 detik. Flashget melaporkan kecepatan download rata-rata adalah 35 byte (yup tiga puluh lima bps).

Trik:
Berbekal akses ssh ke server lain yang tidak mengenakan limitasi download, tetapi perlu authentifikasi 🙁 dan mengetahui info bahwa file .PDF tidak dikenai limitasi bandwith, dilakukan:

  1. Masuk ke server lain melalui ssh
  2. Lakukan Authentifikasi
    Server lain (misal beralamat di server-lain.com) menggunakan authentifikasi untuk dapat mengakses situs external, supaya tidak repot userid dan passwd disimpan pada file .wgetrc (dot wgetrc) berupa entry:
    http_proxy=http://cache.server-lain.com:8080/
    proxy_user=surya
    proxy_passwd=rahasia
  3. Buka browser di komputer lokal, dapatkan URL file yang akan didownload
  4. Paste URL, lengkapnya: $ wget URL
  5. Ulangi step 3 dan 4 untuk download file lainnya
  6. Compres file yg telah di download: $tar -cjvf trik.pdf *
  7. Letakkan file trik.pdf ke folder public_html
  8. Pada browser lokal masukkan: http://server-lain.com/~surya/trik.pdf
  9. Tunggu sampai download selesai
  10. Rename file siasat.pdf menjadi trik.tar.bz2
  11. Decompress file trik.tar.bz2, jika di Windows gunakan software PowerArchiever, jika memakai Linux, gunakan: $ tar -xjvf trik.tar.bz2
  12. Beres …