Archive for the ‘Tips/Tricks’ Category

Ganti Solaris 9 ke Fedora Sparc

Di lab komputer kantor ada 14 Sun Blade 150. Sistem operasi yang terpasang adalah Solaris 9 yg memakai Desktop CDE, browser Netscape 4.x dan beragam aplikasi jadul lainnya. Saat kemarin ada ijin untuk mengganti Solaris 9 dengan Linux, langsung saja cari informasi distro yang cocok. Sejak awal pencarian distro langsung terfokus ke Fedora Sparc. Yup, sulit mengalihkan perhatian dari Fedora ke distro lain ūüôā

Fedora untuk prosesor Sparc tidak masuk dalam pengembangan yang utama (prioritas). Repositori berada dalam direktori “fedora-secondary”. Porting ke Sparc yang telah cukup banyak dilakukan memakai basis Fedora 12.

Berikut tahapan mengganti Solaris 9 ke Fedora Linux:

  1. Unduh ISO image Fedora 12 Sparc[a]. Yg dipakai disini adalah Fedora-12-Beta-sparc-disc1.iso
  2. Bakar Fedora-12-Beta-sparc-disc1.iso ke CD Kosong
  3. Masukkan Disc1 Fedora 12 Sparc ke DVD ROM
  4. Saat melakukan Boot SunBlade 150, cepat tekan tombol Stop + a
  5. Jika penekanan tombol Stop + a tepat, maka akan masuk ke mode boot. Jika tidak tepat, maka harus melakukan boot ulang.
  6. Ketik: boot cdrom
  7. Ada permintaan pilihan bahasa, keyboard, time zone, hostname, dan pengisian password root
  8. Pembuatan partisi dari instaler/anaconda tidak berhasil, sehingga partisi harus diatur/dibuat memakai fdisk. Aplikasi fdisk dapat dimunculkan dengan menekan tombol Ctrl + Alt + F2
  9. Jalankan fdisk lalu hapus semua partisi yang dipakai Solaris 9, setelah partisi dihapus, fdisk akan dipaksa keluar
  10. Jalankan lagi fdisk, lalu buat: partisi1 ukuran 512MB untuk boot, partisi2 ukuran 1024MB untuk swap, partisi3 ukuran 15000MB untuk “/” dan partisi4 ukuran sekitar 60000MB untuk /home
  11. Setelah partisi dibuat, sebaiknya lakukan boot ulang, ikuti tahapan yg sama, lalu lakukan tahapan nomor 12
  12. Saat instaler/anaconda meminta jenis partisi, pilih “Custom Layout”
  13. Pilih partisi1 sebagai “/boot” format ke ext3, partisi2 format sebagai swap, partisi3 format ke ext4 dan partisi4 format ke ext4
  14. Selanjutnya akan muncul pilihan aplikasi yang akan dipasang. Berhubung hanya memiliki Disk1, maka semua pilihan yang ada dihilangkan. Penghilangan semua paket ini akan membuat instalasi minimal, hanya memasang 203 paket/rpm
  15. Setelah selesai instalasi lakukan booting ulang
  16. Instalasi hanya memunculkan terminal/konsol
  17. Login memakai user dan password root
  18. Sesuaikan repositori yang ada di /etc/yum.repos.d/
  19. Tambahkan aplikasi yang diperlukan[b]
  20. Jika akan memakai tampilan GUI pasang grup “base-x”[c]
  21. Selesai

[a] http://archive.fedoraproject.org/pub/fedora-secondary/releases/test/12-Beta/sparc/iso/

[b] # yum install gnome-panel gnome-session gdm firefox nautilus

[c] # yum install @base-x

Kelola layar dengan screen

Melakukan akses ke server sering dilakukan admin server. Akses umumnya dilakukan melalui SSH. Saat sesi SSH ini, admin dapat melakukan beragam aktifitas, antara lain melakukan kompilasi program, atau update program yang ada di server. Jika waktu kompilasi berlangsung lama, ada kemungkinan sesi terputus dan proses kompilasi akan terhenti. Nah, sebuah program bernama ‘screen’ dapat berperan.

GNU Screen memungkinkan menjalankan beberapa aplikasi konsol dalam satu jendela terminal. Untuk beralih di jendela dapat dilakukan dengan mudah memakai kombinasi tombol di keyboard.

Konfigurasi atau pengaturan screen memakai berkas .screenrc yang disimpan di home direktori pengguna. Berikut .screenrc yang telah dibuat:

# /home/igos/.screenrc

# Tombol Ctrl + Panah Kanan dan Kiri untuk pindah layar
bindkey ^[[1;5D prev
bindkey ^[[1;5C next

autodetach            on              # default: on
crlf                  off             # default: off
deflogin              off             # default: on
defutf8               on
hardcopy_append       on              # default: off
startup_message       off             # default: on
vbell                 off             # default: ???

defscrollback         10000           # default: 100
silencewait           15              # default: 30

bell                  "bell     in %n (%t) [%w:%s]~"
pow_detach_msg        "Sesi layar \$LOGNAME \$:cr:\$:nl:selesai."
activity              "activity in %n (%t) [%w:%s]~"
sorendition           "+b kG"

hardstatus on
hardstatus alwayslastline
hardstatus string "%{.bw} Layar: %{.bW}%-w%{.Wb}%n %t%{-}%+w %=%{..G} %H %{..Y} %D, %d-%M-%Y %c:%s "

Tampilan screen yang telah dipakai untuk empat sesi yang diberi nama 32b, 32c, 32d dan 32e. Perpindahan sesi satu ke sesi lain dapat dilakukan dengan menekan Ctrl + Panah Kanan atau Kiri.

Tampilan memakai .screenrc

Tampilan memakai .screenrc


	
							

Hemat 79 persen dengan deltarpm

Sejak Fedora 11 dikenalkan deltarpm. Deltarpm akan menghemat pengunduhan paket rpm saat melakukan update paket/aplikasi. Tadi mencoba update paket sebanyak 258 dan instal 7 paket, keseluruhan paket 363 MB. Penggunaan deltarpm perlu unduh 53 MB, ditambah unduh 112 MB. Plugin presto menyatakan reduksi atau penghematan sebesar 79% (dari 251 MB ke 53 MB).

Berikut log saat melakukan update:

Transaction Summary
========================================
Install       7 Package(s)
Upgrade     258 Package(s)

Total download size: 363 M
Is this ok [y/N]: y
Downloading Packages:
Setting up and reading Presto delta metadata
f15-all/prestodelta                                                                                                                                                      | 2.0 MB     01:24
Processing delta metadata
Download delta size: 53 M

Lanjutan:

Finishing rebuild of rpms, from deltarpms
<delta rebuild>                                                                                                                                                          | 251 MB     00:01
Presto reduced the update size by 79% (from 251 M to 53 M).
Package(s) data still to download: 112 M