Archive for the ‘Linux’ Category

ISO image, VMware dan Daemontools

Tahapan yang sebelumnya dilakukan jika mendapatkan ISO image adalah membakar ISO image ke CD, selanjutnya coba install. Jika ISO image distribusi linux yang terdiri dari empat CD, maka perlu empat CD kosong. Tentu saja kegiatan ini tidak ekonomis dan membutuhkan banyak waktu.

Waktu lebih banyak lagi dipakai jika membuat installer Windows XP yang dikustomisasi diantaranya langsung mengambil serial number dari file konfigurasi dan setting registry, install addons dan lainnya secara otomatis, tentu saja perlu melakukan beberapa kali pengulangan (pernah lebih dari 8 kali melakukan pengulangan: kustomisasi setup, bakar ISO image Windows XP, coba install) sampai mendapatkan installer yang sesuai keinginan.

Setelah tertunda sekian lama, akhirnya ada waktu untuk mencoba VMware dan menemukan kombinasi yang dapat meringkas waktu setiap melakukan pengulangan, yaitu:

  1. Awalnya menggunakan VMware, ISO image dan Daemontools. Daemoontools dipakai untuk menjadikan ISO image sebagai Virtual CD.
  2. Cukup VMware dan ISO Image. Ternyata di VMware ada fitur yang dapat membaca ISO image.

Hasil dari oprekan ini adalah CD Installer Windows XP + SP 2.5 🙂

Disebut SP 2.5 karena SP2 + patch sampai dengan Januari 2006 ditambah dengan:

  1. konfigurasi dan setting yang biasa dipakai (disukai)
  2. install beberapa software (Irfanview, Yahoo Messenger, Firefox 1.5, K-Lite Mega Codec dsb) secara otomatis.

Upgrade Server: Kedinginan dan (sepertinya) ada setan

Di meja kerja sudah ada 3 CD Mandriva 2006 sejak beberapa minggu yang lalu, mail server dan web server yang ada memakai Mandrake 10.0, meski banyak perbaikan di Mandriva 2006, sebetulnya server cukup diupgrade beberapa paket saja, lalu mengapa upgrade besar-besaran? Sebabnya adalah (ngasal):

  1. Suka tantangan,
  2. Udah download Mandriva 2006, mubajir tidak dipakai
  3. Pakar upgrade 🙂 j/k

Setelah jam kantor selesai, dan rekan lainnya pulang, mulailah remote akses untuk melakukan backup:

  1. #mkdir /root/_backup
  2. #cd /root/_backup
  3. #tar czvf var-qmail.tar.gz /var/qmail/
  4. #tar czvf etc-httpd.tar.gz /etc/httpd/
  5. #tar czvf etc-semua.tar.gz /etc/
  6. #tar czvf var-www-html.tar.gz /var/www/html
  7. #tar czvf home-vpopmail.tar.gz /home/vpopmail
  8. #tar czvf usr-local-bin-themes.tar.gz /usr/local/bin/themes
  9. Backup MySQL dengan PHPMyAdmin 😉

File hasil tar.gz kemudian didownload ke komputer lain.
Sekitar jam 18:30 masuk ke ruang server, brrr dingin sekali, ruangan cuma 3 x 4 meter tapi AC-nya ada dua, sebagai pembenci AC (dulu di kampung tidak ada AC he.. he..) tentu saja langsung keluar lagi, ambil jaket, kemudian:

  1. Masukkan CD1 Mandriva 2006,
  2. restart server
  3. pilih opsi Upgrade
  4. Tentu saja prosesnya cukup lama dibanding melakukan clean install
  5. Masukkan CD2 dan CD3
  6. Muncul error karena Mandriva gagal mengeksekusi perintah:
    • mkinitrd -v -f /boot/initrd-2.6.11.12.img –ifneeded 2.6.11.12
  7. Tekan tombol OK, tetap saja muncul, lakukan hard reset
  8. Booting ulang, dapat akses #
  9. Lakukan #df … dan … waksss … partisi “/” terpakai 100%, dulu server ini hanya dibagi dua yaitu “/” dan “/home”, sebelum upgrade, partisi “/” masih free 1.1 GB, rupanya tidak cukup.
  10. Pindahkan file tar.gz hasil backup dari /root ke /home/backup, ya ya ya … mestinya ini dilakukan ditahap awal (sebelum nomor 2)
  11. Ulangi tahapan 1 – 3, ternyata tetap muncul error seperti di nomor 6
  12. restart ulang
  13. Apache dan MySQL harus di install manual, mungkin akibat upgrade tidak mulus 100%
  14. Test kirim email, terima email, cek website, cek webmail, cek mysql: hasilnya lancar

Waktu mendapat error di tahapan nomor 6, sudah cemas, wah bisa lama nih dan pulang akan sangat malam, ditambah ketika di ruang server yang sangat dingin ada suara-suara mencurigakan dari luar ruangan, di lantai 3 ini cuma ada saya seorang, ih syereeem … jangan-jangan ada setan yang mau ikutan upgrade he..he..

Selesai upgrade tentu saja pulang, memangnya mau tidur di kantor 🙂
dengan cukup ngebut akhirnya sampai di rumah jam 21:00

Ada yang punya pengalaman ngoprek sambil ditemani “makhluk” lain?

Install Kubuntu 5.04

Pilis opsi “server” tahapan install cukup simple, sepertinya tadi tidak meminta password untuk root, akibatnya hanya dapat login sebagai user biasa, install hanya menghabiskan space 279 MB, LAN card langsung dapat IP dari DHCP Server.

Saat ini sedang install ulang, ingin coba opsi lain sekaligus set password untuk user.